Pemimpin 2019 : Pemimpin Berwawasan Kebangsaan dan Berstandar Internasional


Pemimpin 2019 : Pemimpin Berwawasan Kebangsaan dan Berstandar Internasional
Oleh:
Muhammad Ruslan Afandi
(Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Nasional)

Indonesia di tahun 2019 membutuhkan kepemimpinan yang dapat membawa bangsa Indonesia ini untuk maju dengan percaya diri sejalan dengan dinamika global dan mampu memanfaatkannya untuk kepentingan nasional. Untuk itu dibutuhkan kepemimpinan yang kuat, yang memiliki watak positif, sehingga menjadi panutan sekaligus model bagi kepemimpinan bawahan. Oleh karena itu, perlu dicari solusi terhadap berbagai permasalahan bangsa dengan dilandasi semangat kebersamaan yang bertumpu pada keadilan, yang dikerahkan melalui pendekatan intelektual dan moral, serta dikembangkan secara sistemik. Para pemimpin tersebut mampu menegakkan disiplin, memberi contoh, menerapkan kepemimpinannya yang kuat, berani memberikan imbalan bagi yang berhasil, serta memberikan hukuman bagi yang melanggar aturan atau tidak berhasil, mereka tidak bersedia berkompromi, konsisten dan teguh dalam menegakkan aturan.
Mengapa kepemimpinan yang kuat dan berkarakter serta berwawasan kebangsaan dibutuhkan bangsa Indonesia pada saat ini? Fakta menunjukan bahwa kejatuhan bangsa dan keterpurukan yang semakin jauh dalam krisis multidimensi yang dialami juga dapat dikatakan, karena bangsa ini gagal membangun karakter yang kuat. Kita bisa melihat bahwa negara Jepang mampu berkembang pesat sejak kehancurannya saat kalah dalam perang dunia ke dua, karena kepemimpinan nasionalnya yang kuat, yang mampu memadukan keuletan rakyatnya yang masih kuat memegang tradisi, moral dan spiritual dengan kemajuan yang pesat dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Demikian juga sejarah telah mencatat bahwa bangsa-bangsa lain seperti lainnya Thailand, Malaysia, Singapura, Korea, Vietnam, dan Cina memiliki kepemimpinan yang kuat, sehingga relatif tidak terlalu terganggu oleh krisis moneter yang melanda bangsa Asia. Tidak seperti krisis Indonesia yang justru terus menerus berkembang ke berbagai aspek kehidupan lainnya yang justru terus berkembang, sehingga menghasilkan krisis multidimensi yang belum sepenuhnya teratasi dengan baik sampai saat ini.
Dalam rangka untuk mencapai keberhasilan di tengah krisis multi dimensi yang sedang kita hadapi bersama ini, diharapkan para pemimpin bangsa ini harus mampu membangun citra negara terhormat melalui pengembangan manusia Indonesia yang memiliki rasa bangga dan bermartabat sebagai bangsa. Dengan demikian, dibutuhkan berbagai program pembentukan karakter yang dapat menciptakan para pemimpin yang tidak saja berwawasan kebangsaan, Memiliki hikmah dan kebijaksanaan memimpin serta memahami setiap persoalan dengan jendela hati. Namun juga memiliki karakter yang kuat dan berwawasan kebangsaan, sehingga mereka akan mampu membawa bangsanya maju dan dapat mengatasi berbagai krisis yang dihadapinya di era globalisasi ini.

Kepemimpinan yang berwawasan kebangsaan
Munculnya wawasan kebangsaan adalah suatu proses menjadi suatu bangsa dimana setiap kelompok budaya dan etnik harus menuju suatu tujuan yang sama. Oleh karena itu, penciptaan kader pemimpin yang berwawasan kebangsaan adalah penanaman proses nilai-nilai kebangsaan yang memungkinkan yang bersangkutan untuk mengatasi mengembang siklus yang luas tentang identifikasi dan melampaui batas-batas kebudayaan dan keinginan-keinginan pribadi. Proses menjadi berwawasan kebangsaan adalah kemampuan mengatasi rintangan kultural sehingga setiap entitas budaya yang berada bukan hanya sekedar unik, tetapi juga secara hakiki memiliki kesamaan fundamental yang tidak perlu dipertentangkan.
Penanaman nilai-nilai kebangsaan adalah suatu proses pembebasan diri sendiri dari keterbatasan perspektif dengan  kepekaan yang tinggi tentang orang lain. Oleh karena itu, upaya membangun nasionalisme/ berwawasan kebangsaan pada masyarakat Indonesia yang majemuk, menuntut lebih dari sekedar mengembangkan sikap yang toleran dan saling percaya tetapi juga menciptakan egalitarianisme dan ketaatan hukum; terkait dengan disparitas orientasi yang dapat mengikis orientasi kebangsaan ditengah-tengah kuatnya arus globalisasi di satu sisi dan ancaman primordialisme di sisi lain.
Profil Kepemimpinan Yang Berwawasan Kebangsaan adalah seorang pemimpin yang memiliki moral yang dibentuk dari etika pemimpin yang berasal dari nilai-nilai universal dan nasional, termasuk nilai-nilai TNI, seperti Sumpah Prajurit dan Sapta Marga. Moralitas itu dapat dibentuk dari komitmen yang kuat baik secara vertikal kepada Tuhan, maupun secara horizontal kepada satuan, negara dan bangsa. Memiliki sifat yang disiplin, loyal, dedikasi, integritas, militan dan pantang menyerah serta konsistensi antara perkataan dan tindakan. Pemimpin yang berwawasan kebangsaan juga harus memilki keberanian, terutama dalam hal menentukan tindakan yang beresiko, serta keberanian untuk menegakkan aturan dan norma.
Kepemimpinan berstandar Internasional
Globalisasi yang sedang bergulir saat ini bisa saja tidak berjalan untuk sebagian manusia atau kelompok saja, tidak hanya untuk menjadi lebih demokrasi saja, tidak untuk membela HAM saja, tidak berjalan untuk pemeliharaan lingkungan dan tidak pula untuk mewujudkan  stabilitas perekonomian global saja, tetapi akan berpengaruh dan berdampak pada seluruh kepentingan manusia di dunia yang memiliki kekuatan supra makro yang dikendalikan oleh sekelompok manusia pranata super negara. Perkembangan globalisasi harus dapat disiasati untuk dapat membawa keuntungan dan manfaat sebagai suatu potensi atau sarana untuk melakukan  perdagangan, meningkatkan  akses pasar dan teknologi serta mampu dan selalu siap menghadapi perkembangan global yang akan menjadi sangat penting yang sulit untuk dihindari yang juga diharapkan akan dapat melahirkan pemimpin-pemimpin masa depan yang memiliki solidaritas kebangsaan dan wawasan pemikiran global yang handal pada zamannya.
Tantangan global dan tuntutan reformasi yang dihadapi bangsa Indonesia sampai saat ini harus disadari masih belum dapat diselesaikan secara tuntas, dikhawatirkan jika Indonesia tidak mampu mengatasinya dengan baik,maka akan dapat mengarah pada terancamnya kedaulatan NKRI. Sistim pertahanan negara harus dibangun sesuai dengan sistem pertahanan semesta, yang melibatkan seluruh warga negara, wilayah dan sumber daya nasional yang dipersiapkan secara total terpadu, terarah dan berlanjut untuk mampu menegakkan kedaulatan NKRI dalam kendali Kepemimpinan Nasional yang kuat.
Pemimpin kuat yang berstandar internasional diharapkan dapat harus dapat dibentuk dan dipersiapkan dengan visi dan misi yang jelas dan terbuka, sehingga semakin banyak munculnya kader pemimpin Indonesia yang memiliki karakter kuat disegala bidang, yang bersedia untukikhlas dan berani mengedepankan kepentingan umum diatas kepentingan kelompok atau golongannya, dengan problem yang kompleks, mulai etnis, wilayah yang luas, dan adanya  ancaman terhadap perpecahan bangsa, maka Indonesia memerlukan pemimpin yang kuat, handal dan bijaksana, berkepribadian, taqwa dan memiliki kharisma, berkarakter dan tekad,  yang membaja, pantang menyerah dan rela berkorban berwawasan Kebangsaan dan pemikiran global  untuk tegaknya NKRI.
Pengembangan kepemimpinan sebaiknya dilaksanakan secara berencana, diprogram dengan baik, dan diorganisasikan secarta sistemik. Untuk itu perlu didorong pembentukan pusat-pusat pengembangan kepemimpinan di berbagai bidang, termasuk di lingkungan militer. Pengembangan kepemimpinan yang berwawasan kebangsaan ini seyogyanya bersifat non-birokratik dan non-indoktrinasi, dan hal tersebut dapat dilakukan dengan cara lebih memahami nilai-nilai budaya, moral dan spiritual bangsa secara komplementer dan kontekstual, tidak bersifat jargonistik dan mitos serta memiliki sifat yang mampu menjadi pengayom dan pembimbing masyarakat, berwawasan kebangsaan dan Nasionalis.
 Sehingga di tahun 2019 mendatang diharapkan akan lahir pemimpin yang berwawasan kebangsaaan dan pemimpin yang berstandar internasional pemimpin yang tegas dan arief, memiliki komitmen kuat untuk menjaga dan memelihara kepentingan dan tujuan bersama demi kedaulatan dan keutuhan NKRI. Jika hal ini terwujud, maka perbedaan akan menjadi indah, penyempurna dan terus terjaga, muncullah pemimpin yang dicintai, dipercayai, dan berkepribadian pengasih, pengayom dan pembimbing masyarakat, berwawasan kebangsaan dan selalu siap menghadapi ancaman globalisasi sekaligus mampu merubah tantangan itu menjadi peluang dan tantangan serta era reformasi dapat mendukung terwujudnya kesatuan dan persatuan bangsa.







Postingan Populer